Hubbul Khoir

Tiga Golongan Manusia dalam Surah Al-Baqarah

Kajian Qaidah Qur’aniyyah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Abu Zakariya Sutrisno membahas pelajaran penting dari ayat-ayat awal Surah Al-Baqarah. Dalam ayat 1–20, Allah ﷻ menjelaskan peta besar manusia di dunia ini: orang-orang beriman, orang-orang kafir, dan orang-orang munafik.

Pembagian ini bukan sekadar informasi, tetapi menjadi cermin bagi setiap hamba untuk melihat posisi dirinya di hadapan Allah.

1. Ciri Orang-Orang Beriman

Pada ayat ketiga, Allah menyebutkan karakter orang beriman: mereka beriman kepada yang ghaib, menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan.

Ayat ini merangkum fondasi seorang mukmin dalam tiga aspek penting:

• Iman yang kokoh, yaitu keyakinan terhadap perkara ghaib.

• Ibadah yang nyata, dengan menjaga dan menegakkan shalat.

• Kepedulian sosial, melalui infak dan berbagi kepada sesama.

Keimanan bukan hanya pengakuan lisan, tetapi tampak dalam amal dan kehidupan sosial.

2. Golongan Orang-Orang Kafir

Golongan kedua adalah mereka yang menolak kebenaran. Dalam ayat-ayat awal dijelaskan bahwa ketika seseorang terus-menerus menutup diri dari petunjuk, maka hatinya bisa terkunci.

Ini menjadi kaidah penting yang ditekankan dalam kajian: kebenaran yang ditolak berulang-ulang dapat mengeraskan hati. Karena itu, menjaga kelapangan dada dalam menerima nasihat adalah bagian dari taufik Allah.

3. Golongan Orang-Orang Munafik

Golongan ketiga adalah orang-orang munafik. Secara lahir tampak beriman, namun batinnya menyimpan kekufuran. Dalam ayat 8–20 dijelaskan bagaimana mereka hidup dalam kepura-puraan dan keraguan.

Kemunafikan tidak membawa manfaat sedikit pun. Ia justru merugikan pelakunya sendiri. Inilah peringatan agar seorang muslim menjaga keikhlasan serta keselarasan antara hati dan amal.



Melalui ayat-ayat pembuka ini, Allah mengajarkan bahwa manusia tidak keluar dari tiga golongan tersebut. Maka yang terpenting bukan sekadar mengetahui pembagiannya, tetapi memastikan diri termasuk golongan yang diridhai-Nya.

Semoga Allah meneguhkan langkah kita di atas iman, menjauhkan dari sifat kufur dan nifaq, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan. Aamiin. 🌿