Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah latihan pengendalian diri — menjaga lisan, menahan emosi, serta membersihkan hati dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Salah satu ujian terbesar dalam berpuasa adalah menjaga ucapan. Ghibah, perkataan yang menyakiti, atau komentar yang merendahkan orang lain bisa menjadi sebab berkurangnya pahala puasa. Padahal, Ramadhan adalah momen terbaik untuk memperbaiki diri, memperhalus akhlak, dan memperkuat kesabaran.
Menahan diri dari hal-hal yang sia-sia juga bagian dari kesempurnaan puasa. Mengisi waktu dengan tilawah, dzikir, belajar, serta amal kebaikan lainnya akan menjadikan Ramadhan lebih bermakna dan bernilai di sisi Allah SWT.
Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, menjaga lisan, serta membersihkan hati. Semoga Allah SWT menjaga pahala puasa kita hingga akhir Ramadhan dan menerima setiap amal ibadah yang kita lakukan.





