Skip to main content

Hubbul Khoir

Lawan Sampah dengan Teknologi! UNS Kembangkan Incinerator untuk Pondok Pesantren HK

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Teknik Elektro Universitas Sebelas Maret (UNS) terus berupaya menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat. Salah satu inovasi yang berhasil dikembangkan adalah incinerator ramah lingkungan untuk pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Hubbul Khoir, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian yang dilakukan oleh tim Program Studi Teknik Elektro UNS yang dipimpin oleh Ir. Sutrisno, S.T., M.Sc., Ph.D. berhasil mengembangkan alat tersebut sebagai solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan.

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis asrama menghasilkan timbulan sampah dari berbagai aktivitas, seperti memasak, belajar, dan kegiatan sehari-hari para santri. Hasil observasi menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Hubbul Khoir masih dilakukan secara konvensional, yaitu dengan mengumpulkan sampah pada tempat penampungan sementara sebelum dibakar secara terbuka ketika jumlahnya mulai menumpuk. Metode tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan mengganggu kesehatan akibat emisi yang dihasilkan.

Berdasarkan kondisi tersebut, tim mengembangkan incinerator ramah lingkungan yang dirancang khusus sesuai karakteristik timbulan sampah di lingkungan pesantren. Berbeda dengan pembakaran terbuka, alat ini menerapkan proses pembakaran yang lebih terkontrol dan dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi sederhana sehingga mampu mengurangi volume sampah secara signifikan dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.

 

Implementasi incinerator hasil karya tim PKM UNS di Pondok Pesantren Hubbul Khoir memberikan manfaat nyata bagi mitra. Pengelolaan sampah menjadi lebih tertata dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pembakaran terbuka. Selain menghasilkan satu unit incinerator yang berfungsi dengan baik, tim juga menyelenggarakan pelatihan pengoperasian dan perawatan alat bagi pengelola pesantren guna memastikan keberlanjutan pemanfaatannya setelah program berakhir.

Keberadaan incinerator turut memberikan nilai edukatif bagi para santri dan pengelola pesantren. Mereka dapat melihat secara langsung penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan di sekitar mereka. Program ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.

 

Kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Pengurangan potensi pencemaran udara mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being), sedangkan penerapan sistem pengelolaan sampah di tingkat komunitas mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Pengembangan teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah juga berkontribusi pada SDG 12 (Responsible Consumption and Production).

 

Selain itu, pelatihan penggunaan dan perawatan incinerator bagi mitra menjadi bentuk implementasi SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas dan transfer pengetahuan. Kolaborasi antara Universitas Sebelas Maret dan Pondok Pesantren Hubbul Khoir juga mencerminkan SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam upaya bersama mewujudkan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Melalui inovasi incinerato ini, Tim PKM Program Studi Teknik Elektro UNS berharap dapat mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Keberhasilan pengembangan incinerator tidak hanya diukur dari aspek teknis, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat serta keberlanjutan penggunaannya dalam jangka panjang.