Indonesia adalah negara agraris, tetapi disayang saat ini semakin sedikit generasi muda yang mau terjun di bidang pertanian.  Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya sekitar 2,7 juta orang yang artinya hanya sekitar 8 persen dari total 33,4 juta orang petani. Untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Lumbung Pangan Dunia tahun 2045 sangat pentingnya mengajak generasi muda atau kaum milenial untuk  terjun dan menekuni usaha pertanian. Mulai awal tahun 2022 ini, program Studi (Prodi) Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggandeng pondok pesantren Hubbul Khoir untuk mengembangkan pertanian cerdas (smart farming) hidroponik yang memanfaatkan teknologi interner of thing (IoT) dan lainnya. Kerjasama yang dilakukan meliputi kegiatan penelitian dan pengabdian yang berupa pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembuatan kebun hidroponik, sosialisasi, kegiatan magang mahasiswa tugas akhir dan lainnya.

Ketua Tim pengabdian dari Prodi Teknik Elektro, bapak Dr.Eng Faisal Rahutomo menyampaikan bahwa perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi teknologi pertanian cerdas atau smart farming agar bisa peningkatan efisiensi produksi, kualitas dan kontinuitas produk-produk pertanian terutama hortikuktura. Selain itu penerapan smart farming juga akan menarik generasi milenial untuk tidak malu menggeluti bidang pertanian.  Berbagai macam sistem hidroponik akan dikenalkan baik itu sistem sumbu (WICK sistem) deep flow technique (DFT), Nutrient Film Technique (NFT), sistem rakit apung (Floating Hydroponics System FHS), dan lainnya. Masyarakat juga perlu diedukasi untuk mengetahui parameter-parameter penting yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman hidroponik seperti nilai pH, nilai EC (electrical conductivity), suhu nutrisi, dan kadar oksigen. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan antusias masyarakat terutama generasi milenial untuk menerapkan smart farming hidroponik.

Kerjasama ini didukung oleh program penelitian dan pengabdian yang didanai oleh Lembanga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS melalui dua riset group (RG) yaitu RG RG ICT dan Kecerdasan Buatan yang diketuai bpk Sutrisno, S.T, M.Sc, Ph.D dan RG Kendaraan Listrik dan Energi Lanjut yang diketuai oleh Prof. Muhammad Nizam, S.T, M.Sc, Ph.D. Kedua RG ini berada di program studi Teknik Elektro Fakultas Teknik UNS. RG ICT dan Kecerdasan Buatan akan fokus pada sistem IoT untuk monitoring dan kontrol kebun hidroponik sedang RG Kendaran Listrik dan Energi Lanjut akan fokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi dengan smart powerwall berbasis baterai lithium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.